BATAPLAS, Batu Bata Dengan Campuran Limbah Plastik

BATAPLAS adalah sebuah inovasi pemanfaatan sampah plastik yang dikonversikan menjadi campuran dalam pembuatan batako sebagai bahan penyusun bangunan.

Berawal dari keresahan pribadi akan timbulan sampah plastik di lingkungan yang berserak tanpa pengelolaan yang menyebabkan masalah bagi lingkungan serta menurut data sendiri Indonesia adalah negara kepulauan dan negara tropis yang mana banyak memiliki potensi alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal, tetapi disamping potensi alamnya yang kaya Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar yaitu permasalahan sampah. Indonesia sendiri disebut sebagai negara penghasil sampah plastik terbanyak kedua di Dunia setelah negara China. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk mengatasi permasalahan sampah di Indonesia ini terkhususnya sampah plastik. Mentri KLHK sendiri menyebutkan jumlah sampah nasional tahun 2020 mencapai 67,8 juta ton, jika kita tidak melakukan kebijakan dan upaya-upaya luar biasa (extraordinary effort) atau hanya sebatas Bussines as Usual, maka diperkirakan pada tahun 2050 komposisi sampah kita akan lebih dari dua kali lipat. Sumatra Utara sendiri sampah plastik merupakan masalah klasik, sebab hingga saat ini belum banyak ditemukan solusi mengatasi persoalan sampah plastik secara komprehenshif, dikutip dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Utara, Binsar Situmorang mencatat jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat di 33 kabupaten/kota mencapai 10,1 ton per hari, dengan jumlah penduduk yang mencapai 14,4 juta jiwa tahun 2018 jumlah sampah yang dihasilkan perhari sekitar 10,1 ton. Kalau setahun sampai 3,7 juta ton, dan ini menjadi perhatian serius bagi saya sebagai penulis untuk memberikan sebuah inovasi sebagai salah satu langkah mengurangi sampah plastik di Sumatera Utara yaitu berupa Bataplas (Bata Limbah Plastik), yang mana dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dengan memanfaatkan sampah plastik yang menggunung di Sumatera Utara. Kabupaten Deli Serdang sendiri dengan jumlah penduduk mencapai 2.155.625 jiwa setiap harinya daerah tersebut menghasilkan timbunan sampah sekitar 1,07 ton per harinya, berkaca dari data tersebut saya prihatin dan ingin memberikan sebuah trobosan inovasi Bataplas (Bata Limbah Plastik) sebagai salah satu langkah mengurangi limbah sampah plastik di Deli Serdang serta inovasi baru yang biasanya Bata dibuat dari tanah lihat, namun kehadiran Bataplas menjadi solusi terbaik sebagai pengganti Bata biasanya dengan bahan pemanfaatan limbah plastik.

BATAPLAS (Bata Limbah Plastik), telah melewati proses pengujian yaitu salah satunya uji kuat tekan dengan besaran kuat tekan 250 KN. Adapun bahan penyusun utama dalam pembuatan Batako sendiri yaitu menggunakan pasir, semen, air serta yang tak kalah terpenting yaitu cacahan plastik sebagai bahan penyusunnya, dengan skala campura 2:1:1.

Harapannya kedepannya gak hanya Bataplas saja namun akan ada paving block serta mozaik lelehan dari limbah plastik yang memiliki nilai jual tinggi.

BATAPLAS diciptakan untuk menjadi salah satu solusi bagi kita untuk dapat mengurangi sampah plastik yang ada di indonesia serta tak hanya itu, kita ingin bersama-sama menciptakan habbit/kebiasaaan baik untuk dapat mengurangi pemakaian plastik dalam aktivitas kita sehari-hari.

 

“Jika kita menjaga bumi, maka bumi akan menjaga kita”